Karmelia Maulida
Zat pewarna alami pada lipstick
Program Studi S1 Farmasi
STIKES Borneo Lestari
ABSTRAK
Literatur yang meneliti peran
kosmetik dalam persepsi sosial telah menemukan bahwa, secara keseluruhan,
makeup dikaitkan dengan evaluasi positif seorang wanita . Penelitian terdahulu
ini tampaknya menunjukkan bahwa wanita dengan riasan wajah menjadi lebih
atraktif. Telah dilakukan uji dengan membatasi penggunaan kosmetik ke area
wajah tertentu yang memberi efek daya tarik yang sama. Peneliti menemukan bahwa
wajah wanita yang memakai make up penuh dinilai lebih menarik daripada wajah
yang sama tanpa makeup, namun juga mendapati bahwa riasan bibir saja
menghasilkan tingkat daya tarik rata-rata yang lebih tinggi daripada make up
lain. Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah lipstik dan terutama
warna bibir. Lipstik adalah sediaan kosmetik yang digunakan untuk mewarnai
bibir dengan sentuhan artistik sehingga dapat meningkatkan nilai estetika dalam
tata rias wajah.
Kata Kunci : Zat
Pewarna Alami, Lipstik.
PENDAHULUAN
Lipstik sering digunakan oleh
para wanita, karena bibir dianggap sebagian besar penting dalam penampilan
seseorang . Namun, hasil pengawasan BPOM terdapat ratusan merk di pasaran tidak
aman digunakan karena kebanyakan berasal dari bahan–bahan sintetik dan
menimbulkan efek samping yang merugikan kulit, contohnya alergi dan iritasi.
Oleh karenanya, untuk mendapatkan efek yang tidak merugikan dan hasil yang
lebih aman untuk bibir, dibuat dengan bahan alami seperti tumbuh – tumbuhan
atau buah – buahan. super merah (Hylocereus costaricensis), dengan warna merah
yang sangat pekat, menunjukkan buah tersebut mengandung pigmen warna, yang
dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami pengganti bahan pewarna sintetik.
Pada penelitian ekstrak buah naga super merah dengan metanol mengandung senyawa
fenol dan betasianin . Kulit dari buah naga merah merupakan limbah yang masih
sangat jarang dimanfaatkan. Padahal, kulit buah naga masih mengandung senyawa
antioksidan yang cukup tinggi
ISI
Apakah
kandungan buah naga ? Buah naga atau
dengan nama lain disebut buah
pitaya memiliki beragam manfaat. Buah ini mempunyai lima
jenis varian dengan
peluang yang baik untuk
dikembangkan di Indonesia, salah satunya
adalah buah naga
dengan jenis buah
naga daging merah
(Hylocereus polyrhizus). Selain manfaat yang ditemukan pada
daging buahnya, kulit
buah pitaya juga
mengandung zat-zat yang dapat
memberikan manfaat. Seringkali
orang beranggapan bahwa
kulit buahnya tidak
dapat dimanfaatkan dan akhirnya dibuang. Padahal banyak sekali manfaat
yang bisa diambil dari kulit buah pitaya. Dewasa ini, telah dilakukan berbagai
penelitian pada kulit buahnya. Beberapa
penelitian telah berhasil
mengungkap kandungan dalam kulit
buah naga. Kulit buah naga ternyata mengandung antosianin .
Antosianin adalah senyawa fenolik yang termasuk flavanoid, bersifat
larut dalam air
dan ditemukan di
berbagai jenis tanaman.
Antosianin ini mengakibatkan
warna merah-ungu pada bunga dan buah-buahan. Pada kehidupan
sehari-hari, antosianin berfungsi
sebagai zat warna
alami. Karakteristik antosianin sebagai
zat pewarna alami,
memberikan manfaat sebagai
antioksidan bagi tubuh. Antosianin dapat
mencegah terjadinya aterosklerosis, penyakit
penyumbatan pembuluh darah. Antosianin bekerja
menghambat proses aterogenesis
dengan mengoksidasi lemak
jahat dalam tubuh, yaitu
lipoprotein densitas rendah . Dari
hasil percobaan, ekstraksi
pigmen antosianin pada
kulit buah naga
daging merah menghasilkan kadar
antosianin yang besar yaitu 22,59335 ppm.
Hal ini disebabkan karena kulit
buah naga daging merah
memiliki pigmen antosianin
yang memberikan warna
cerah. Kulit buah
naga merah ditemukan mengandung pigmen antosianin berjenis sianidin
3-ramnosil glukosida 5-glukosida . Selain
mengandung antosianin, pengujian
dengan metode fitokimia
Fourier Transform Infrared (FTIR),
kulit buah naga
merah ditemukan positif mengandung senyawa
alkaloid, steroid, saponin, dan
tanin serta vitamin C . Alkaloid adalah senyawa
basa bernitrogen yang
dihasilkan tumbuhan atau bahan tumbuhan yang mengandung nitrogen dan
larut dalam air. Alkaloid sering kali bersifat
optis aktif, dan kebanyakan
berbentuk kristal tetapi
hanya sedikit yang
berupa cairan (misalnya nikotina)
pada suhu kamar.
Alkanoid berfungsi untuk
untuk memacu sistem
saraf, menaikkan atau menurunkan
tekanan darah, dan melawan infeksi mikrobia .
Buah naga selain rasanya manis
dan segar, diyakini banyak memberikan manfaat bagi kesehatan karena memiliki
kandungan unsur-unsur yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan. Bagian- bagian
buah naga terdiri dari kulit buah naga, daging buah dan biji. Kulit buah naga
dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami lipstick dan juga pewarna alami
makanan, daging buahnya dikonsumsi sebagai produk pangan, dan bijinya
dimanfaatkan dalam pengembangbiakan bibit secara generative.
Manfaat lain buah naga yang tidak kalah pentingnya bagi
kesehatan jasmani adalah bahan antioksidan yang dikandungnya. Antioksidan
adalah zat yang bisa menghambat proses penuaan atau kematian sel atau jaringan.
Oleh karenanya pengonsumsi buah-buahan akan terjaga kulitnya dari keriput dan
awet muda.
Tanaman buah naga yang
dibudidayakan terdapat empat jenis, antara lain Hylocereus undatus (buah naga
yang memiliki kulit berwarna merah dan daging berwarna putih), Hylocereus
polyrhizus (buah naga yang memiliki kulit berwarna merah dan daging berwarna
merah keunguan), Hylocereus costaricensis (buah naga yang memiliki kulit berwarna
merah Ekstrak Kulit Buah Naga Merah dan
daging berwarna super merah), dan Selenicereus megalanthus (buah naga yang
memiliki kulit berwarna kuning dan daging berwarna putih) (Kristanto, 2008).
Berdasarkan data statistik Dinas
Pertanian Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi tahun 2016, produksi
buah naga meningkat dari tahun 2013 sebanyak 16.63 ton menjadi 28.82 ton pada
tahun 2014. Sementara persentase kulit buah naga merah adalah 30% hingga 35%
dari berat buahnya (Saati, 2009). Limbah kulit buah naga dapat bermanfaat
sebagai pewarna alami dalam produksi pangan, industri maupun bidang farmakologi
(Cahyono, 2009). Menurut penelitian Puspawati et al. (2013), pemanfaatan limbah
kulit buah sebagai ekstrak pewarna alami akan membutuhkan biaya lebih sedikit
dan meningkatkan nilai tambah dibandingkan dengan pemanfaatan buahnya, selain
itu dapat mengurangi produksi limbah yang mulai meningkat akibat meningkatnya
jumlah konsumsi masyarakat.
Buah naga merah mengandung
betasianinyang telah terbukti secara invitro sebagai penghambat radikal
lipoperoksil di dalam membran mikrosoma (Wu et al., 2006). Betasianin adalah
pigmen tumbuhan yang memberikan warna merah ke unguan pada bagian daun dan buah.
Sifat dari betasianin adalah larut air, mengandung nitrogen, dan sintesanya
ditingkatkan oleh cahaya (Cai et al., 2005). Secara kimia betasianin berasal
dari asam amino aromatik yaitu 3,4-dihidroksifenilalanina (DOPA) (Herbach et
al., 2006). Menurut Coultate (1996), betasianin merupakan salah satu kelompok
dari betalain. Betalain dibagi menjadi dua kelompok yaitu betasianin dengan
warna pigmen merah keunguan (λmax 534- 555 nm) dan betaxantin dengan warna
pigmen kuning (λmax 480 nm). Perbedaan betasianin dan antosianin adalah
pengaruh perubahan pH, dimana betasianin lebih lemah oleh hidrolisis asam.
Menurut penelitian Wu et al. (2006), hasil kandungan antioksidan kulit buah
naga.
KESIMPULAN
Antosianin adalah senyawa fenolik yang termasuk flavanoid, bersifat
larut dalam air
dan ditemukan di
berbagai jenis tanaman.
Antosianin ini mengakibatkan
warna merah-ungu pada bunga dan buah-buahan. Pada kehidupan
sehari-hari, antosianin berfungsi
sebagai zat warna
alami. Karakteristik
antosianin sebagai zat
pewarna alami, memberikan
manfaat sebagai antioksidan
bagi tubuh. Antosianin dapat
mencegah terjadinya aterosklerosis, penyakit
penyumbatan pembuluh darah. Antosianin bekerja
menghambat proses aterogenesis
dengan mengoksidasi lemak
jahat dalam tubuh, yaitu
lipoprotein densitas rendah . Dari
hasil percobaan, ekstraksi
pigmen antosianin pada
kulit buah naga
daging merah menghasilkan kadar
antosianin yang besar yaitu 22,59335 ppm.
Hal ini disebabkan karena kulit buah naga daging
merah memiliki pigmen
antosianin yang memberikan
warna cerah. Kulit
buah naga merah ditemukan
mengandung pigmen antosianin berjenis sianidin 3-ramnosil glukosida 5-glukosida
. Selain mengandung antosianin,
pengujian dengan metode
fitokimia Fourier Transform Infrared (FTIR),
kulit buah naga
merah ditemukan positif mengandung senyawa
alkaloid, steroid, saponin, dan
tanin serta vitamin C . Alkaloid adalah senyawa basa
bernitrogen yang dihasilkan tumbuhan atau bahan tumbuhan yang
mengandung nitrogen dan larut dalam air. Alkaloid sering kali bersifat optis
aktif, dan kebanyakan
berbentuk kristal tetapi
hanya sedikit yang
berupa cairan (misalnya nikotina)
pada suhu kamar.
Alkanoid berfungsi untuk
untuk memacu sistem
saraf, menaikkan atau menurunkan
tekanan darah, dan melawan infeksi mikrobia .
Steroid merupakan penyusun
antosianin yang berfungsi
sebagai zat warna
alami. Sementara saponin
adalah jenis glikosida yang
banyak ditemukan pada tumbuhan. Saponin ini memiliki manfaat untuk menstimulasi
jaringan tertentu seperti epitel hidung, bronkus, dan ginjal .
DAFTAR
PUSTAKA
Adliani, N., Nazliniwaty, Purba D. Formulasi Lipstik Menggunakan Zat
Warna Dari Ekstrak Bunga Kecombrang. Journal Of Pharmacology, Vol. 1 (2):
87-94. 2012.
dr. Indah SY & Bagus Supriyanto, S. KM,.2013. Uji aktivitas buah
naga merah. Yogyakarta : Ugm press.
Nurliyanah. 2009. Buku panduan tanaman buah naga. Malaysia : Univeeriti
Putra Malaysia.
Citramukti, I. 2008. Ekstraksi dan uji kualitas pigmen antosianin pada
kulit buah naga merah. Malang : Jurusan teknologi Hasil Pertanian, Fakultas
Pertaniab, Universitas Muhammadiyang Malang.
Handayani, Prima Astuti dan Asri Rahmawati.2012. Pemanfaatan kulit buah
naga ( Dragon Fruit) Sebagai pewarna alami pengganti pewarna sintesis. Jurnal
Bahan Alam Terbarukan. Vol 1 (2): 19-24.
Sangat bermanfaat
BalasHapusterimakasih infonya sangat bermanfaat
BalasHapusmakasihhhh kaka karmelll, sangat bergunaaa
BalasHapusSangat membantu kaka cantik di tunggu info selanjutnya yaah sangt bermanfaat
BalasHapusSangat informatif
BalasHapus